Jurnal Refleksi Minggu Ke 24 Modul 3.3 Program Pembelajaran yang Berdampak Pada Murid

 


Jurnal Refleksi Minggu Ke 24 Modul 3.3 Program Pembelajaran yang Berdampak Pada Murid

TORINE RAMBU BABA AMA, S.Pd., Gr

CGP ANGKATAN 4 SUMBA TENGAH

SMP Kristen Mbarambanja


 

Model 4F

Facts(Peristiwa)

Pada minggu ini diawali elaborasi konsep dengan instruktur  dan rekan CGP lainnya. Elaborasi pemahaman atau sesi instruktur bersama Ibu Purnama Sari untuk menguatkan pemahaman mengenai  pengelolaan program yang berdampak pada murid. Selanjutnya koneksi antarmateri dan aksi nyata mengenai pengelolaan program yang berdampak pada murid. Kegiatan minggu ini diakhiri dengan kegiatan lokakarya keenam Pendidikan Guru Penggerak. Dari kegiatan ini saya banyak mendapat berbagai pengalaman dan inspirasi.Vicon kali ini agak sedikit berbeda, karena menjadi vicon terakhir kami dalam berkolaborasi dengan instruktur dalam PPGP angkatan 4. Rasa sedih yang muncul ketika perpisahan. Semoga ilmu dan pesan instruktur  agar tetap terus memberikan yang terbaik kepada anak didik dan terus belajar agar menjadi guru yang mampu memajukan pendidikan di Indonesia khususnya di sekolah masing-masing.

Feeling(Perasaan)

Hal yang saya rasakan dalam minggu ini adalah saya merasa harus banyak terinspirasi dari program-program belajar dan dari teman tentang pemetaan CGP lainnya. Banyak hal baru yang saya dapatkan, dalam memanfaatkan aset yang ada hingga merancang prakarsa perubahan dengan BAGJA yang telah dipelajarai pada modul sebelumnya dan perubahan itu harus berdampak pada murid. Selain itu saya juga merasa sedih karena minggu ini adalah vicon terakhir kami dengan ibu Fasilitator. Meskipun saya yakin bahwa proses belajar ini akan terus berlanjut dan bapak Fasilitator  dan PP akan selalu membimbing dan berbagi dengan kami walupun bukan dalam vicon atau LMS.

Findings( Pembelajaran)

Pembelajaran yang saya dapatkan adalah :

  • Menumbuhkan kepemimipinan murid dan menyediakan kesempatan murid untuk mengembangkan Profil Pelajar Pancasila.
  • Selalu melibatkan Murid dalam mengambil keputusan atau program yang kita buat di kelas maupun program sekolah.
  • Program sekolah
  • Harus menyediakan lingkungan belajar yang mampu dapat menumbuhkan budaya di mana murid memiliki suara, pilihan dan kepemilikan.
  • Dalam menumbuhkan perkembangan kepemimipinan murid perlu melibatkan komunitas yang ada di lingkungan sekolah.

·         Saya sangat senang mendapatkan materi mengenai pengelolaan program yang berdampak pada murid. Ini merupakan materi baru lagi yang saya peroleh dalam PGP. Dalam mengelola program yang berdampak pada murid, salah satu panduan yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan paradigma inkuiri apresiatif melalui tahapan BAGJA, manajemen risiko, dan MELR.

·         Sebenarnya setiap Sekolah pasti selalu membuat program, tapi belum dimulai dari tujuh modal yang sekolah miliki. Ketujuh modal tersebut yaitu sumber daya manusia, sosial, fisik atau sarana dan prasana, lingkungan atau alam, politik, finansial, agama dan budaya dapat digunakan sebagai penunjang program sekolah yang diharapkan. Sebagai implementasi dari pemanfaatan tujuh aset yang menunjang pembelajaran, program sekolah yang dibuat harus mempunyai ketentuan menjadi panduan dalam menyusun rencana program tersebut.

·         Salah satu panduan yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan paradigma inkuiri apresiatif melalui tahapan BAGJA, manajemen risiko, dan MELR. BAGJA merupakan akronim (singkatan) dari 5 langkah utama yang digunakan dalam sebuah proses Inkuiri Apresiatif.  Lima tahapan utama yang dijalankan dalam BAGJA tersebut adalah: Buat pertanyaan utama, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi Bersama, Jabarkan rencana dan Atur Eksekusi. Sedangkan manajemen resiko merupakan sebuah langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi segala  sesuatu yang  kemungkinan besar dapat terjadi. Oleh karena itu, sekolah sebagai lembaga pendidikan  wajib melakukan  rangkaian analisis dan metodologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengendalikan dan mengevaluasi risiko yang mungkin timbul dari pelaksanaan program sekolah. Selain penerapan pendekatan Inquiri Apresiatif melalui tahapan BAGJA dan Manajemen Risiko, salah satu strategi yang digunakan dalam pengelolaan program yang berdampak pada murid adalah dengan menggunakan strategi MELR (Monitoring, Evaluation, Learning and Reporting).

·         Setelah mempelajari dan memahami mengenai pengelolaan program yang berdampak pada murid, saya akan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mengelola suatu program yang berdampak pada murid yang terdiri atas tahapan BAGJA, Manajemen Risiko, dan strategi MELR.

Future (Penerapan)

Yang akan saya lakukan kedepannya adalah :

1.    Menyediakan lingkungan belajar yang dapat menumbuhkan di mana murid budaya suara, memiliki pilihan, dan kepemilikan

2.    Berusaha melibatkan murid dalam pengambilan keputusan di kelas maupun sekolah

3.    Menjalankan program prakarsa perubahan yang berdampak pada murid yang telah dibuat.


 

 

Comments

Popular posts from this blog

HEBAT KARENA MEMBACA DAN SIAP JELAJAHI DUNIA @ketumtpkk @pokja2pkkpusat @tppkkpusat @ lombavlogpkkpokja2

HEBAT KARENA MEMBACA DAN SIAP JELAJAHI DUNIA

JENIS-JENIS TEKS DALAM BAHASA INDONESIA