JURNAL REFLEKSI MINGGU 17

 

JURNAL REFLEKSI MINGGU 17


TORINE RAMBU BABA AMA, S.Pd., Gr

Di minggu ke-17 Penulis akan menyusun jurnal dengan menggunakan model Driscoll. Model yang diadaptasi dari refleksi yang digunakan pada praktik klinis (Driscoll & Teh, 2001). Berikut Deskripsi jurnal refleksi minggu ke-17.

1. WHAT? (Deskripsi dari peristiwa yang terjadi)

    Eksplorasi konsep mandiri

CGP membedakan dilema etika/ethical dilemma dengan bujukan moral/moral temptation dan mengidentifikasi jenis dilema berdasarkan 4 paradigma, baik dilema yang dihadapi orang lain maupun diri sendiri. Dalam Pembelajaran Eksplorasi konsep, CGP mengingat kembali peristiwa di mana CGP mengambil sebuah keputusan sulit. Keputusan sulit yang bisa termasuk keputusan dilema etika atau bujukan moral. Untuk mendalami lebih lanjut apa perbedaan keduanya, CGP mempelajari jenis-jenis dilema dan paradigma dalam pengambilan keputusan dengan terlebih dahulu menyimak pertanyaan pemantik dan menentukan nilai yang merupakan dilema etika dan bujukan moral.

Di minggu ke-17 Penulis akan menyusun jurnal dengan menggunakan model Driscoll. Model yang diadaptasi dari refleksi yang digunakan pada praktik klinis (Driscoll & Teh, 2001). Berikut Deskripsi jurnal refleksi minggu ke-17.

1. WHAT? (Deskripsi dari peristiwa yang terjadi)

    Eksplorasi konsep mandiri

CGP membedakan dilema etika/ethical dilemma dengan bujukan moral/moral temptation dan mengidentifikasi jenis dilema berdasarkan 4 paradigma, baik dilema yang dihadapi orang lain maupun diri sendiri. Dalam Pembelajaran Eksplorasi konsep, CGP mengingat kembali peristiwa di mana CGP mengambil sebuah keputusan sulit. Keputusan sulit yang bisa termasuk keputusan dilema etika atau bujukan moral. Untuk mendalami lebih lanjut apa perbedaan keduanya, CGP mempelajari jenis-jenis dilema dan paradigma dalam pengambilan keputusan dengan terlebih dahulu menyimak pertanyaan pemantik dan menentukan Aktivitas lainnya CGP sebagai pemimpin pembelajaran memahami dan memilih 1 dari 3 prinsip dalam pengambilan keputusan yang memuat unsur dilema etika. Ada 3 prinsip dalam pengambilan keputusan yaitu : Berpikir Berbasis Hasil Akhir, Berpikir Berbasis Peraturan, dan Berpikir Berbasis Rasa Peduli. Selanjutnya pada kegiatan ini CGP melakukan wawancara kepada rekan sejawat mengenai studi kasus yang disajikan.

 

Dalam kasus yang dijadikan bahan diskusi langkah yang diambil CGP Berbeda dengan jalan keluar rekan guru. Saya akan melakukan tindakan yang berbeda dengan teman saya lakukan. Akan coba untuk melakukan pendekatan terhadap anak dengan dengan memintanya untuk meminta maaf terhadap Bu Tati. Apa yang dilakukan Bu Tati bukan karena ketidaksukaan terhadap anak tersebut. Akan tetapi, cara mendidik anak yang berbeda-beda. Bisa jadi Bu Tati melakukan hal tersebut merupakan tindakan efektif untuk mendidik. Walaupun menurut saya tindakan tersebut bisa membahayakan terhadap anak tersebut. Selain itu, akan menyebabkan kejiwaan anak tersebut terganggu.

Rasa Pobia melakukan tindakan, Rasa malu dan menurunkan kepercayaan diri pada anak. bahkan terkadang memunculkan kebencian terhadap guru tersebut. Alangkah lebih baiknya bahwa menyadarkan anak dengan membuat kesepakatan-kesepakatan kelas di awal masuk pembelajaran. Memberi penyadaran tidaklah harus dengan penghukuman. Setelah meminta anak tersebut untuk meminta maaf, selanjut di luar jam pembelajaran bisa mengadakan diskusi terbuka dengan bu Tati terkait bagaiman tindakan efektif untuk menyadarkan anak yang melakukan pelanggaran.

Atau bisa juga menjadikan satu topik dalam ruang diskusi bersama seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman bagi anak didik. Teman sejawat melakukan tindakan tersebut dengan memegang prinsip Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Walaupun tindakan yang dilakukan yang saya lakukan berbeda dengan tindakan yang teman saya lakukan tetapi memiliki prinsip dilema etika yang sama yaitu Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Nilai yang muncul dari diri saya dan teman saya karena rasa peduli terhadap anak didik. Di eksplorasi konsep selanjutnya CGP menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dalam permasalahan yang hadapi dan bersikap reflektif, kritis, dan kreatif.

Berikut dokumentasi penerapan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan :

   Forum Diskusi - Eksplorasi Konsep

CGP mendalami materi melalui studi kasus dalam bentuk video. Saya mengambil kasus ke 5. Jika saya berada di posisi bu Aminah, saya akan melakukan pendekatan kepada
2 murid putri tersebut dengan cara memanggil keduanya ketempat teduh setelah
ujian berlangsung pada jam istirahat, saya bermaksud untuk menggali informasi
tentang perilaku mencontek yang dilakukan keduanya. Saya meminta mereka
untuk berkata sejujurnya tentang perbuatannya itu.
2. Prinsip yang saya gunakan adalah Berpikir Berbasis Peraturan (Rule Based
Thinking), dengan pertimbangan bahwa sudah menjadi aturan dan tata tertib yang
harus dipatuhi pada saat ujian dilarang untuk mencontek. Kedua bahwa saya
adalah seorang guru yang mengawasi ujian dan berkomitmen untuk setia pada
profesi saya sebagai guru.
3. Penerapan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada studi kasus
a) Nilai yang bertentangan adalah: Bu Aminah memberikan izin kepada Dewi
dan temannya untuk ke toilet saat berlangsung ujian, Bu Aminah menemukan
jawaban contekan soal ujian yang tertempel di toilet putri
b) Yang terlibat adalah Dewi, temannya dan bu Aminah
c) Fakta fakta yang relevan
Bu Aminah telah menerapkan aturan dan tata tertib ujian dengan
mengumpulkan semua materi pembelajaran diletakkan didepan kelas. Bu
Aminah memberi izin kepada Dewi untuk ke toilet, dilanjutkan teman
perempuan yang lain. Fakta mencurigakan terlihat saat dewi dan temannya
masuk kembali kedalam kelas. Bu Aminah menemukan jawaban contekan
pada dinding toliet perempuan.
d) Pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.
Uji Legal: tidak ada aspek pelanggaran hukum
Uji Regulasi/ Standar Profesional: terdapat aspek pelanggaran peraturan
ujian
Uji Intuisi: Bu Aminah dihadapkan pada situasi dilema antara menegur dewi
dan temannya atau diam saja karena kasihan kepada keduanya
Uji halaman depan koran: Tentu jika saya menjadi Bu Aminah akan merasa
tidak nyaman jika masalah ini dipublikasikan di hadapan orang banyak/ warga
sekolah
Uji Panutan / Idola: Jika saya menjadi bu Aminah saya akan mengingat
rekan sejawat saya yang santun dan bijaksana dalam mengambil keputusan,
beliau akan memanggil dewi dan temannya untuk menggali informasi dan
berbicara santun mencari alasan dibalik perilaku murid tersebut, kemudian
memaafkannya dan membuat janji untuk tidak mengulangi perbuatannya
dimasa mendatang.
e) Situasi diatas berada dalam dilema etika dengan paradigma rasa keadilan
lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
f) Prinsip yang dapat digunakan adalah Berpikir berbasis peduli (Care Based
Thinking)

g) Penyelesaian kreatif: Jika saya sebagai Bu Aminah saya akan memaafkan
dewi dan temannya dengan catatan nilai ujian akan dikurangi atau saya akan
memberikan ujian ulang dengan jujur tanpa mencontek lagi.
h) Keputusan: Jika saya sebagai Bu Aminah saya akan menggunakan opsi
kedua yaitu memberikan ujian ulang dengan jujur kepada kedua siswi
tersebut.
i) Refleksi keputusan: Keputusan yang diambil dilakukan setelah uji materi
lengkap dengan langkah langkah berurutan. Paradigma rasa keadilan lawan
kasihan mengusik hati Bu Aminah, hal ini karena bu Aminah juga mengalami
dilema Etika jangka pendek lawan jangka panjang yang akan terjadi saat bu
Aminah mengambil keputusan nanti antara melaporkan dewi dan temannya
lawan dampak yang akan terjadi pada keduanya dan juga pada lembaga
sekolah, Akhirnya Bu Aminah menggunakan prinsip Care Based Thinking
dimana Bu Aminah masih memikirkan masa depan Dewi dan temannya.
Semula Bu Aminah ingin menegakkan aturan dengan menggunakan prinsip
Rule Based Thinking. Setelah melewati langkah berurutan bu Aminah
mendapatkan penyelesaian yang kreatif yaitu dengan memberikan ujian ulang
kepada dewi dan temannya dengan jujur. Segala keputusan yang tepat dapat
dilakukan dengan baik melalui proses berpikir dengan langkah langkah yang
tepat dalam pengambilan dan pengujian keputusan

 

    Ruang kolaborasi pengerjaan (vicon)

Di aktivitas ini saya berbagi, berkolaborasi dan menerapkan keterampilan pengambilan keputusan berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian. Kelompok saya mengambil Studi kasus

nyata dari salah satu anggota kelompok yang disepakati menjadi studi kasus kelompok untuk dianalisis. Berikut dokumentasi ruang kolaborasi pengerjaan yang dilakukan:

2. SO WHAT? (Analisis dari peristiwa yang terjadi)

Setelah menyelesaikan seluruh ketiga aktivitas di atas ada banyak pencerahan yang didapat oleh saya. Bahwa dalam pengambilan keputusan haruslah benar-benar teliti, cermat dan hati-hati. Pikiran focus tidak mengambil keputusan secara terburu-buru bahkan sudah dibuat keputusan pun harus tetap merefleksi kembali apakah keputusan yang kita ambil sudah benar-benar mewakili aspirasi seluruh pihak yang terlibat atau tidak. Cara yang kita ambil dalam mengambil keputusan adalah dengan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan.

3. NOW WHAT? (Tindak lanjut dari peristiwa yang terjadi)

Setelah melakukan aktivitas pembelajaran di minggu ke-17 ini saya akan coba mengaplikasikan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan terhadap setiap kasus yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari khususnya di sekolah. langkah-langkah ini merupakan salah satu upaya yang diambil untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif dan ideal sebagai imbas dari pengambilan keputusan yang tepat. Bahkan kemungkinan/resiko yang muncul akibat dari ketidaktepatan keputusan pun dapat diminimalisir. Dalam pengambilan keputusan yang benar-benar tepat dapat diperoleh dari melibat-aktifkan seluruh warga sekolah khusus komunitas praktisi. Keputusan yang diambil dari melibatkan seluruh elemen di sekolah akan mampu mengakomodir seluruh kepentingan, harapan dan keinginan semua pihak. Selanjutnya saya akan coba mensosialisasikan pengetahuan dan pengalaman saya terkait materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di instansi tempat saya bekerja sehingga semua pihak terlibat dapat bergerak bersinergis mengambil keputusan yang tepat yang memberikan kemanfaatan bagi semua pihak.

Salam bahagia

Salam Guru Penggerak

Comments

Popular posts from this blog

HEBAT KARENA MEMBACA DAN SIAP JELAJAHI DUNIA @ketumtpkk @pokja2pkkpusat @tppkkpusat @ lombavlogpkkpokja2

HEBAT KARENA MEMBACA DAN SIAP JELAJAHI DUNIA

JENIS-JENIS TEKS DALAM BAHASA INDONESIA